Bukti atas ini adalah ketika Rasulullah SAW bersabda :
“Siapa saja yang mengucapkan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Alloh dan mengingkari semua yang disembah selain Alloh SWT; maka darah dan hartanya terlindungi serta perhitungannya adalah dengan Alloh SWT.” (HR. Muslim, Tabarani)
Rasulullah Muhammad SAW telah menjelaskan ‘tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Alloh’ dan kemudian mengulang lagi dengan mengatakan “…menolak dan mengingkari semua yang diibadahi selain Alloh SWT”, maka mengapa itu disebutkan dua kali?
Ini karena itu menunjukkan penting dan berartinya masalah ini, sebagai contoh, sebagian mungkin berkata bahwa mereka beriman kepada Alloh tetapi mungkin belum benar-benar memahaminya, selanjutnya penetapan pentingnya iman seseorang belum sempurna sampai dia kufur bit thaghut.
Maka ketika Nabi Muhammad SAW berkata mendeklarasikan keingkarannya itu berarti mendeklarasikan kufur kepada Thaghut, Ibnu Taimiyah berkata,
“Seseorang tidak bisa menjadi Muwahidin kecuali dengan menolak Asy Syirik dan mendeklarasikan bara’ah kepadanya juga mendeklarasikan Takfir kepada siapa saja yang terlibat dalam syirik.”
Adalah perkara yang mudah bagi manusia untuk beribadah kepada Alloh SWT, jika kita memerintahkan masyarakat untuk beribadah kepada Alloh, mereka akan dengan mudah melaksanakannya, tetapi di sisi lain sangat sulit untuk menolak dan mengingkari Thaghut, selanjutnya menjadi perkara yang sangat penting untuk mengetahui bahwa seorang Muslim tidak bisa mempunyai kufur dan iman pada saat yang sama.
Rasulullah SAW bersabda,
“Iman dan kufur tidak bisa berada secara bersamaan dalam hati seseorang.” (Silsalat Us Sahiha Syekh Al Bani No 1050)
Pada masalah ini seseorang mungkin bertanya, sekarang kita mengetahui apa itu Thaghut, terus bagaimana kita ambil bagian dalam kufur bit thaghut?
Sebagaimana kita mengatakan iman adalah di dalam hati, lisan dan perbuatan, sama halnya kita harus ambil bagian dalam kufur bit Thaghut dengan hati, lisan dan perbuatan.
Ada Muslim yang melakukan syirik dan tidak menolak mengingkari Thaghut. Sebagian dari kita mungkin menemukan mereka berdo’a kepada kuburan atau meninggikan kedudukan seseorang seperti Nabi, dan lainnya. Kita mungkin mendengar seruan orang-orang untuk mentaati hukum buatan manusia dan berpartisipasi dalam pemilu, dan kita melihat ada yang bersekutu dan membantu musuh-musuh Alloh di Iraq dan Afghanistan memerangi Muslim. Maka Alloh akan menggolongkan mereka sebagai orang-orang kafir walaupun mereka juga menyibukkan diri dalam shalat, puasa dan haji.
Orang-orang Pagan Quraisy adalah orang-orang yang menyembah Alloh SWT, tetapi Alloh mencap mereka sebagai orang-orang Kafir karena mereka telah gagal untuk menolak dan kufur kepada Thaghut dengan hati, lisan dan perbuatan. Lebih lanjut, jika seseorang mengabaikan kufur bit Thaghut dari apa yang dirahasiakan dan dilahirkan, imannya tidak sempurna. Berapa banyak orang-orang di masa lalu dan sekarang beribadah kepada Alloh tetapi gagal untuk menolak dan mengingkari semua yang diibadahi selain Alloh?
Alloh SWT berfirman,
“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Alloh”,” (QS Al Ankabut, 29: 63)
KUFUR BIT THAGUT DENGAN HATI
Mengingkari dengan hati adalah membenci dan memusuhi thaghut. Tergantung, apakah bisa mempunyai kemampuan (mengingkari thaghut) secara fisik atau tidak, karena mengabaikan menolak thaghut dengan hati mengindikasikan hilangnya iman dari hati.
Rasulullah SAW bersabda,
“Tidak ada sisa iman diluar ini (membenci kemunkaran dengan hati).” (HR. Bukhari dan Ibnu Majah)
Ini menggambarkan hati itu tidak bisa ditekan dengan paksaan, maka jika kita tidak membencinya dalam hati maka kebalikannya adalah bahwa kita senang dangannya. Sebagai tambahan disini bahwa mengingkari dengan hati membutuhkan seseorang menjadi absent (tidak hadir dan tidak mendukung) dari kancah kemunkaran dan dalam kasus penguasa murtad yang ada, itu berarti manjauhi mereka.
Alloh SWT berfirman,
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Alloh (saja), dan jauhilah Thaghut…” (QS An Nahl, 16: 36)
KUFUR BITTHAGUT DENGAN PERKATAAN
Kita harus kufur bit thaghut dengan lidah di depan pemimpin thaghut, menjelaskannya, memperingati orang-orang dari mereka. Kita berada pada Millah Ibrahim A.S. dan siapa saja yang tidak mengikuti Milah Ibrahim A.S. menjadi tidak berarti dan membodohi dirinya sendiri. Millatul Ibrahim berbicara kepada orang-orang secara terang-terangan.
Alloh SWT berfirman,
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Alloh, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja…” (QS Al Mumtahanah, 60 : 4)
Rasulullah SAW bersabda,
“Salah satu dan sebaik-baik bentuk Jihad adalah menyampaikan kebenaran dihadapan penguasa zalim.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Mu’awiyah bin Hayda yang berkata,
“Aku berkata kepada Nabi SAW, ‘Yaa Nabi Alloh! Apa yang Alloh SWT telah sampaikan ke kamu untuk kami?’ Beliau SAW menjawab, ‘Islam’. Aku berkata, ‘Apa tanda-tanda Islam?’ beliau SAW menjawab, ‘ucapkan : Aku mengabdikan diriku kepada Alloh SWT dan aku telah meninggalkan sesuatu yang lain; melaksanakan shalat dan membayar zakat; seorang Muslim kepada Muslim lainnya adalah suci; dan mereka saling menolong satu dengan lainnya…” (Sunan An Nisa’i, Hadits No. 2408)
Sebuah tanda dari seseorang dalam Islam adalah bahwa dia membicarakan keimanannya, dan ini adalah sebenar-benarnya pengertian Islam. Seseorang dalam Islam harus menolak thaghut dengan lisan dan mendeklarasikan bara’ dan melakukan Takfir kepada orang-orang yang Kafir dan yang terlibat dalam syirik.
Juga sebagai tambahan bahwa ‘Siapa saja yang tidak mentakfir orang-orang kafir, maka dia Kafir.’
Sebagian orang mungkin mengatakan kita berada dalam masa lemah?
Tidak ada keraguan kita berada dalam kondisi yang lemah, maka seseorang yang tidak mampu diringankan tetapi seseorang yang tidak lemah dan bisa berbicara tidak ada keringanan. Mungkin, tidak realistis untuk pergi ke Istana Thaghut, tetapi kita bisa berbicara dan memperingati teman, keluarga dan lainnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Alloh.
Nabi SAW bersabda :
“Jika aku menginstruksikan kalian melakukan sesuatu, maka lakukanlah sebisa kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
KUFUR BITTHAGUT DENGAN PERBUATAN
Jika seseorang mengatakan dia melakukan Kufur Bit Thaghut dengan hati dan lisan, tidak berarti apa-apa karena dia harus datang dengan hati, lisan dan perbuatan. Kufur bit Thaghut dalam perbuatan berarti memerangi mereka dan tidak bersekutu juga mendukung mereka.
Alloh SWT berfirman,
“…perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu…” (QS At Taubah, 9: 12)
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah (kufur) lagi dan (sehingga semua) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Alloh…” (QS Al Baqarah, 2: 193)
Iman kita kepada Alloh tidak akan diterima oleh Alloh SWT sampai kita menolak dan kufur kepada Thaghut dengan hati, lisan dan perbuatan,karena Alloh SWT berfirman,
“Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Alloh. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah, 2: 256)
Wallahu’alam bis Showab!
#cp@apelmerah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar